PDKT DI ZAMAN DIGITAL
PDKT DI ZAMAN DIGITAL
Mulanya
manusia bertukar informasi mereka melalui percakapan sehari-hari secara
langsung. Akan tetapi seiring perkembangan teknologi memudahkan kita untuk
bagaimana berkomunikasi dengan orang lain tanpa terbatas olah jarak, ruang dan
waktu, sehingga proses berbagi informasi dan komunikasi sangat cepat dilakukan.
Disamping itu teknologi juga memiliki peranan yang penting dalam membantu manusia
di jaman sekarang untuk melakukan pekerjaannya sehari-hari seperti pengolahan
data, berbisnis, berbagi serta menyebarkan informasi tanpa dibatasi ruang dan
waktu. Kenyamanan yang kita dapatkan dari perkembangan teknologi tersebut dapat
berpengaruh besar terhadap bagaimana gaya hidup kita, cara pandang kita
terhadap sesuatu, dan kebudayaan serta nilai-nilai yang kita yakini.
Orang
yang paling berdampak besar terkena efek-efek dari perkembangan teknologi komunikasi
informasi secara langsung adalah masa anak-anak dan masa remaja di zaman
sekarang, karena pada era ini anak dan remaja langsung dihadapkan serta
merasakan teknologi digital dihidupnya. Masa remaja merupakan masa transisi
seorang anak menjadi orang yang lebih dewasa, baik dari segi perkembangan fisik
ataupun kematangan pikirannya. Masa remaja juga menjadi masa-masa yang paling
indah dan penuh gejolak pada hampir seluruh kehidupan orang di dunia. Terlebih
lagi, masa remaja bagi sebagian orang menjadi masa pencarian jati diri dan
melewati berbagai lika-liku asmara atau kisah percintaan dihidupnya. Maka dari
itu pada artikel kali ini, gue akan berbagi kepada kalian tentang bagaimana
kisah pendekatan di era digital dan juga gue akan mencoba menghubungkannya
terhadap beberapa cerita-cerita yang gue tau.
1. Ketemu Doi Di Aplikasi Kencan
Dulu kalau kita mau nyari pasangan, paling nggak bakalan
narget-nargetin beberapa tempat yang potensial untuk dikunjungi dan berharap
ketemu pasangan yang kita impikan disana. Tempat-tempat itu seperti mall,
bioskop, café, ataupun sekolahan terutama bagi pelajar dan para alumni yang mau
tebar-tebar pesona kepada junior-juniornya wkwk. Akan tetapi pola mencari
pasangan seperti itu menurut gue perlahan mulai ditinggalkan, yang mana orang
saking mudahnya sekarang mencari pasangan dengan membuka aplikasi kencan lalu
scroll-scroll sampai dapat pasangan yang sesuai dengan kriterianya.
Waktu itu ketika gue lagi dengerin dosen ngomel di
depan, gak sengaja gue meliat temen ada yang buka aplikasi kencan dan gue terus
memperhatikan bagaimana ia memainkan jempolnya yang lihai itu. “Jelek dikit
(geser)…. Gendut dikit (geser)…. Cantik dikit apalagi ditambah seksi (langsung bungkus)….
Wkkwkw.
2.
Detektif
Cinta Online Alias Tukang Ngestalk
Aktivitas stalking mungkin udah gak bisa dipisahin lagi
dengan kisah asmara zaman sekarang. Kebiasaan ngestlak itu biasanya terjadi
ketika kita ngeliat atau bertemu orang yang cukup menarik bagi kita sehingga
membuat kita termotivasi untuk mencari tahu tentang informasi lebih lanjut
terkait orang itu, salah satunya melalui
social media. Akan tetapi penyakit zaman sekarangnya adalah terkadang kita lebih
nyaman untuk menjadi penguntit ataupun memata-matai orang tersebut secara
diam-diam, ketimbang bertemu ataupun berkomunikasi dengan orang tersebut secara
langsung. Sehingga tak heran bahwa orang yang saking nyamannya hanya menjadi
penguntit seseorang di media social, akan mengalami nasib yang serupa yaitu
gebetannya jadian sama orang lain wkwk.
Jadi saran gue, ketimbang lu hanya jadi stalker si doi,
mendingan lu ilangin rasa malu lu dan coba berkomunikasi langsung dengan si doi
secara langsung yang mana setidaknya bisa membuka satu jalan untuk melangkah
kedepan ketimbang macet disitu-situ aja.
Nah dari beberapa hal yang gue udah sampein diatas, dapat kita lihat bahwa adanya perbedaan antara bagaimana perjalanan kisah pdkt pada era lama dan era digital. Disamping itu pada era digital ini pola-pola interaksi dan komunikasi sudah jauh berbeda, yang mana orang dapat mengenal orang lain tanpa ia perlu bertatap muka secara langsung dengan orang tersebut. Hal lainnya yang ingin gue sampaikan juga adalah walaupun kita bisa mengenal orang lain secara online akan tetapi kita juga perlu untuk menjaga privasi dan lebih berhati-hati ketika berselancar di media social, karena tak jarang ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab malah memanfaatkan kondisi digitial seperti ini, seperti membuat akun palsu dan menipu.
maka dari itu muncullah manusia-manusia "WahLo". pas dilihat dari foto reaksinya " waahhhh" pas lihat aslinya "loohhhh..." zooonk wkwkw.
BalasHapus